Selasa, 10 Januari 2017

First Drive Daihatsu Great New Xenia R AT 2016


Halo semuanya. Kali ini saya akan mengulas tentang Daihatsu Great New Xenia R AT keluaran tahun 2016. Wah namanya panjang sekali ya? Kali ini saya hanya akan memposting kesan singkat bersama great new xenia. Lantas, apakah mobil ini lebih baik dari versi sebelumnya? Mari kita simak!

Eksterior


Karena keterbatasan foto, saya menggunakan gambar dari google. Desain luar nya hmm... Sudah membosankan karena mobil ini juga mobil yang sangat laris di Indonesia. Oke, untuk type R, ia sudah memiliki fitur yang cukup dan enak dilihat karena sudah memiliki foglamp, grill chrome, dan velg kaleng yang memiliki dop berbentuk mirip bintang. Cukup enak dilihat meski belum ada lampu sein di spion nya. Dibelakang, ubahan yang dilakukan Daihatsu di 2015 itu membuatnya terlihat masih cukup segar walau bukan selera semua orang. Overall, bagi yang tidak mementingkan tampilan, mobil ini masih cukup enak dilihat.

Interior


Lagi - lagi karena keterbatasan foto membuat saya nyomot dari gugel :p. Oke, buka pintunya kini terasa lebih berat bahkan dibanding generasi All New Xenia sekalipun. Dan saat ditutup, Jleb.. Suaranya lebih mantap dari generasi Xenia yang dulu. Mungkin ini efek dari penggunaan karet balon yang cukup tebal. Duduk dikursi penumpang depannya ia terasa cukup tinggi dan kurang ergonomis. Memang, bangkunya cukup empuk, sayang, penyangga pahanya masih kurang tinggi dan headrest nya terlalu mundur posisinya. Kualitas dasbor nya biasa saja walau lebih baik dari generasi sebelum All New.

Banyaknya aksen silver pada Dasbor GNX ini membuat kabin nya tidak monoton walau bagi beberapa orang berkesan sedikit norak. Saya suka warna dasbor bagian bawahnya yang coklat tua. Enak dilihat dan membuat ka bin tidak cepat kotor. Di baris keduanya, headroom dan legroom lapang tetap tersedia walau tanpa headrest tengah yang membuat penumpang tengah kurang nyaman. Head unit nya sudah double din dengan 4 speaker. Kualitas suaranya ya biasa saja dan masih dibawah ertiga.

Fitur 

Fitur yang dianut Xenia varian R ini cukupan. 2 airbags, headunit double din, spion elektrik, sensor parkir, mid, foglamp, eco indicator, immobilizer dan wiper belakang dengan intermittent menjadi standar. Sayang, meskipun ini varian otomatis, Daihatsu tidak memberikan rem ABS. Padahal Daihatsu Sigra sendiri sudah menggunakannya.

Performa


Saya mencicipi mobil yang menjadi armada grab ini dari Giant Mega Mall Bekasi ke Taman Alamanda 2 via Narogong yang sarat akan truk - truk besar dan lalu lintas stop n go. Menganut mesin baru ber kode 1NR-FE dengan teknologi dual vvt-i membuat tenaga dan torsinya naik ketimbang mesin pendahulunya yang ber kode K3-VE. Tenaganya kini naik 5 dk jadi 97 dk dan torsinya naik 4 nm dari 117 nm jadi 121 nm. Sayang, transmisinya masih otomatis torque converter 4 speed. Masukan transmisi ke d dan jalan kan mobil. Hmm.. Xenia R ini memiliki peredaman suara dari luar yang sangat baik dan tarikannya terasa halus. Meskipun masih konvensional, transmisi ini mampu memberikan kehalusan yang baik saat pindah gigi. Tidak ada entakan sama sekali.


Saya sempat mengira kalau pengemudi Grab yang menyetir Xenia R ini benar - benar halus menyetirnya. Ternyata tidak juga, beberapa kali ia menginjak pedal gas cukup dalam saat berakselerasi. Suara mesin nya yang sangat halus dan peredaman kabin yang baik membuat karakternya menjadi berubah 180° dari Xenia lama. Senyap dan santai. Namun bagi yang merindukan dengung khas avxen mungkin akan kecewa karena itu benar - benar hilang di sini. Begitu juga dengan tarikan mesin nya yang justru terasa lebih lemot dari pendahulunya karena karakter mesin nya yang sangat halus, bahkan terlalu halus saat menghantarkan tenaga ke roda belakang.

Konsumsi bbm yang ter catat di MIDnya 10.7 kmpl. Cukup oke mengingat sang supir bercerita bahwa ia tinggal di Jakbar dan sering terkena macet saat sedang "narik" ke Bekasi. Pada saat perjalanan kami juga menemui kemacetan yang tidak parah memang, tapi jalan stop n go itu membuat konsumsi nya semakin boros.

Kenyamanan


Ajrut - ajrutan? Sepertinya stigma itu sudah di kubur dalam - dalam karena di GNX R AT ini, karakter suspensinya berubah drastis dibanding versi sebelumnya. Sentuhan di sistem suspensi, bobot mobil yang lebih berat, penambahan peredam dan mesin baru yang sangat halus menghantarkan tenaga sepertinya sukses membuat GNX ini menjadi lebih nyaman dari generasi sebelumnya. Suara dari luar sangat minim saat berjalan di kecepatan 60-80 km/jam, tidak seperti versi sebelumnya yang masih masuk walau sudah cukup senyap. Bahkan kesenyapan nya sedikit lebih baik dari ertiga.

Suara gardan yang biasanya masuk saat melintas jalan berlubang juga sudah tereduksi. Masih terdengar namun sangat pelan. Bantingan suspensinya lebih firm dari gen All New. Namun, enaknya, kini jadi terasa empuk karena tidak terlalu se mantul - mantul generasi All New. Karakternya pun berubah menjadi senyap, empuk dan santai. Sayang, ketika melintasi speed trap, suara gludak gludak yang menjadi penyakitnya sejak dahulu masih terdengar cukup keras. Sepertinya bahan plastik di dasbor menjadi penyebab utamanya.

Kesimpulan

Great New Xenia R membuktikan bahwa sebuah "kaleng krupuk" juga bisa menjadi lebih baik. Bantingan suspensinya jauh lebih baik dari generasi All New, peredaman kabin oke, transmisi yang halus dan fitur cukup menjadi kelebihannya. Sayang, karakter mesinnya masih kalah responsif dari mesin K3-VE. Pun begitu dengan isu bahwa generasi terbaru ini cukup rewel indikator di speedometernya. Dipasang ini, ada yang kedip, dipasang itu, kedip lagi. Namun sekali lagi, mobil ini memiliki value yang lebih baik dari Avanza 1.3 G. Padahal fitur nya ter bilang sama saja. Sekian dari saya. Nantikan review lainnya hanya di Hanif Autosblog!

I like
- Kabin senyap
- Fitur Cukup
- Mesin dan transmisi halus
- Visibilitas oke
- Suspensi cukup empuk
- Value For Money

I hate
- Jok kurang ergonomis
- Desain depan sulit dicerna
- Velg masih kaleng
- Kurang responsif
- Indikator agak rewel
- Posisi duduk depan ketinggian
And lassstttt.....

Bodynya masih kalengan dan banyaknya mobil ini dijalan bikin si empunya ga merasa ekslusif :p

*mohon maaf karena keterbatasan foto, jadi ngambil di google
*sumber tertera pada foto
*gambar yang bertransmisi manual hanya ilustrasi.

Minggu, 01 Januari 2017

Tips Membuat Toyota Calya/Daihatsu Sigra Semakin Nyaman Dan Ganteng


Toyota Calya dan Daihatsu Sigra memang sangat fenomenal. Lihat saja, penjualannya langsung meroket dan melewati kakak nya yang sudah bertahun tahun berada dipuncak klasemen eh penjualan di Indonesia. Nah, biarpun bagi saya sendiri mobil ini udah ganteng dan lengkap fiturnya, tapi bagi beberapa orang, tampilannya masih kurang maksimal. Jadi, apa saja yang perlu kita upgrade?

1. Pelek

Pelek standar Toyota Calya dan Daihatsu Sigra memang memiliki desain yang sudah lumayan keren dengan finishing two tone. Namun, karena pakai ban yang lumayan kurus, jadi terlihat cukup cingkrang. Alternatifnya adalah mengganti pelek dengan kepunyaan mobil lain atau aftermarket. Biasanya orang orang menggantinya dengan velg yaris dan jazz agar terlihat lebih sporty.

2. Jok

Calsig standarnya hanya memakai jok berbahan fabric yang kualitasnya biasa saja. Harap dimaklumi karena demi menekan ongkos biaya sehingga tetap menjaga harga optimal dibawah 150 juta. Salah satu cara yang bisa bikin Calsig semakin nyaman tentu dengan melapisinya. Banyak bahan yang bisa dipilih. Ada vinyl, kulit sintetis dan kulit asli. Yang biasanya dipasang adalah bahan kulit sintetis. Selain harganya tidak semahal kulit asli, kenyamanan kabin pun sudah meningkat dengan bahan ini.

3. Audio

Audio Calsig memiliki fitur yang sebenernya oke punya buat seukuran lcgc. Fiturnya lumayan lengkap walau belum touch screen. Setidaknya, koneksi bluetooth sudah hadir disini. Cara memaksimalkan sektor ini tentu ada beberapa langkah. Yang pertama anda lakukan adalah mengganti headunit nya dengan yang lebih advanced. Biasanya, pengguna Calsig mengganti dengan head unit touch screen yang membuat suasana kabin lebih modern dimata saya. Namun, ada satu trik yang perlu dilakukan saat mengganti headunit milik Calya maupun Sigra. Yaitu dengan menambah "kuping" dibagian pinggir slot headunitnya. Soalnya, head unit standar Calsig memiliki ukuran yang cukup lebar sehingga ketika menggantinya dengan head unit aftermarket, ada rongga yang tersisa. Alat ini dibanderol sekitar 50 ribuan saja.

Kedua, kalau anda suka jedang jedung didalam mobil. Yang harus dibeli adalah subwoofer. Alat ini bisa ditempel ke dinding bagasi atau bisa dilepas sesuai keinginan. Jangan lupa ganti speaker agar kualitas suaranya lebih jernih lagi. Kalau mau menciptakan suara diatas dasbor, anda harus memasang tweeter diatas dasbor. Terakhir, jangan lupa memasang power amplifier, semua ini akan lebih berfungsi saat kita memasang power amplifier.

4. Peredam kabin

Namanya juga LCGC, sudah pasti peredaman kabinnya biasa saja dan tidak sebaik mobil mobil kelas diatasnya. Hal ini juga berlaku di calsig. Solusinya, anda cukup menambah lagi lapisan peredam nya agar suara dari luar dapat tereduksi lebih baik. Sekarang ini sudah banyak bahan dan pilihan peredam beredar di pasaran. Tapi, jika anda memilih yang ber bahan aspal, maka bobot mobil akan bertambah cukup signifikan walau memang jadi lebih senyap.

5. Logo

Calya dan Sigra memiliki logo didepan yang berbeda. Calya masih mempertahankan logo yang sama dengan agya dan Sigra juga mengikuti rekam jejak ayla. Bedanya, jika ayla berbentuk A, Sigra berbentuk S tentunya. Bagi beberapa orang, logo ini mengurangi gengsi dan membuat orang mudah mengetahui bahwa ini mobil murah, makanya banyak yang mengganti logo depan Calya dengan logo toyota yang memang cukup mengangkat gengsinya. Ya, gengsi karena memiliki mobil berlambang T oval.

6. Roof spoiler

Standarnya, Calya belum memiliki roof spoiler yang membuat tampang belakangnya berasa agak botak. Memang, dibagian atas pintu bagasi nya ada sedikit tonjolan ala ala roof spoiler. Untuk Sigra, anda sudah mendapatkan roof spoiler dibeberapa varian. Namun, agak unik desainnya karena hanya sebuah aksen tambahan dibawah tonjolan itu. Saat ini sudah tersedia cukup banyak variasi roof spoiler untuk calsig. Namun, memang beberapa tempat variasi tidak ready stock. Jadi anda harus menunggu sekitar beberapa hari untuk mendapatkannya.

7. Mudguard

Aksesoris yang satu ini memang terlihat sepele, namun kegunaannya sangat penting untuk menghalangi kotoran yang terciprat ke body bagian belakang roda. Aksesoris ini juga membuat tampilan dari calsig menjadi lebih ganteng.

Itulah beberapa saran dari saya. Mohon share artikel ini ke pengguna Calya dan Sigra untuk dijadikan referensi. Semoga bermanfaat :)